Ini karangan pendek terbaru Ima, ditulis 15 Oktober 2006. Ada kesulitan menuliskan tanda baca dan kesempurnaan alur cerita karena belum terbiasa menulis dengan stylus di media PDA. Selain yang tanda baca yang ditambahkan ibunya untuk memudahkan membaca (berwarna merah), seluruh kalimat murni dari Ima, demikian juga tanda seru dan tanda tanyanya. Enjoy!
------------------------------------------------------
"Wee...." teriakku pada kakakku, Syifa. "Amanda!" teriak kakakku marah. dia marah karena aku meledek pacarnya, kak Sultan. tiba-tiba, "telur orak arik dan daging asap menu kita malam ini," seru mama menyela pertengkaran kami. sambil cemberut kak Syifa menuju meja makan. aku sih cuek aja. "ma, papa belum pulang?" tanyaku. "belum, sayang," jawab mama. sementara makanan Syifa sudah habis. "ma, aku ke kamar ya?" tanya Syifa. "iya sayang" jawab mama. sebelum tidur papa menasihati kami. lalu aku minta maaf pada kak Syifa. beruntung kak Syifa mau memaafkanku.
--------------------------------------------------------
Ngomong2, soal menu telur orak-arik dan daging asap, mungkin diambil Ima dari buku Lima Sekawan yang sedang dia baca: Di Pulau Seram.
No comments:
Post a Comment